Minggu, 24 Juni 2012

Cerita Inspirasi : Tuhan Tidak Pernah Salah (2)

Seorang raja yang tidak percaya akan kebaikan Tuhan. Dia mempunyai seorang pelayan yang setia, yang selalu mengingatkan sang Raja pada segala situasi : Rajaku,, jangan berkecil hati, karena segala sesuatu tidak sempurna, tapi Allah tidak pernah salah!

Suatu hari, mereka pergi berburu dan diperjalanan seekor binatang buas menyerang raja. Sang Pelayan berhasil membunuh binatang, tapi tidak bisa mencegah dan menyelamatkan Sang Raja yang kehilangan jari.


Marah dan tanpa menunjukkan rasa terima kasihnya karena diselamatkan, Raja berkata "Apakah Tuhan baik? Jika Dia baik, saya tidak akan diserang dan kehilangan jari saya."


Pelayan itu menjawab : Rajaku,, jangan berkecil hati, karena segala sesuatu tidak sempurna, tapi Allah tidak pernah salah!


Marah dengan respon pelayan itu, lalu raja memerintahkan penangkapan untuk pelayan itu.


Kemudian, Sang Rajapun melanjutkan pemburuannya. Tapi ditengah hutan, Raja ditangkap oleh orang2 kanibal yang selalu mengorbankan manusia untuk dewa mereka.


Di altar, Raja disiapkan untuk dikorbankan. Sebelum melakukan penyembahan pengorbanan, orang-orang liar memeriksa tubuh sang Raja dan menemukan satu jarinya yang sudah putus. Karena alasan itulah, akhirnya sang Rajapun dibebaskan. Menurut mereka, tidak begitu lengkap dan bukan manusia sempurnauntuk ditawarkan kepada para dewa.


Setelah kembali ke istana, ia membebaskan pelayannya dan sangat berterima kasih.


"Pelayanku, Allah benar-benar baik kepada saya, saya hampir tewas oleh orang-orang liar dihutan, tapi karena tidak ada jari, aku dilepaskan dan dibebaskan. Tapi saya punya pertanyaan:!! Jika Tuhan begitu baik, mengapa dia memungkinkan saya untuk menempatkan Anda di penjara? "


"Rajaku, jika saya pergi dengan Anda dalam perburuan ini, sayalah yang mungkin telah dikorbankan mengganti Anda, karena saya tidak memiliki jari yang hilang, karena itu, Allah Maha sempurna, Dia tidak pernah salah.." 


 

Puisi : Khianat!

"Khianat!"

Kukira aku mengenalku

bahwa percaya yang kumiliki sama dengan yang kau miliki

bahwa tawa yang pecah dalam butiran tulusku,

sama dengan tawa tanpa bulusmu

bahwa mengertiku akan dirimu,

sama dengan mengertimu pada perjalananku

bahwa rumah yang kita huni,
sama hangat dengan selimutku

bahwa air sejuk yang kita teguk,
sama sejuk dengan pelukanmu

tapi aku lalai dalam lena
aku harus cukup mengenal diriku dulu
sebelum benar benar mengenalmu...


Puisi Religi : Relung Renung (1)



Relung Renung(1)

Hari menua..
Separuh raga renta
Kisah berjelaga

Buku dibuka
Ribuan cerita senja
menguap tak terbaca

Usia karma
Dijalan tanpa nama
Terkapar nista

Hidup mencari
tak tahu yang dicari
tersia-sia

Jauh berjalan
Tak sampai yang dituju
dikukung napsu

Musafir lalu
Kembara jauh padu
tersangkut hayati

Akhir Usia
Kenakan buku diri
siap dineraca

Rukun Sujudku
Kepala liar beterbangan
Mencari jawab

berharap genggam
menuntun jalan pulang
Rumah Abadi

Malam Kepagian
Siang menggamit petang
Dosa betebaran

Lubuk terpuruk
Junjung harap dilangit
Ampunan Ilahi...

Ya Allah......Ya Rabbi.........

Puisi : Entah...kamu dimana?





Aku tersesat mencarimu..
Disetiap serenada dan denting dawai
entah, nada mana kali ini kau sembunyi
kecurangan? kegalauan? Atau mungkin jatuh cinta?.....(lagi?)

Rupanya, aku tlah berubah

demikian dirimu
Seperti lapisan tanah berbatu berpasir bercadas
Lalu didasarnya mengalir anak sungai

Tampaknya aku benarbenar kehilanganmu
Tak ada abjad terbaca
Nadanada sepi kehilangan suara
entah....kamu dimana....

LEGENDA MUSIK INDONESIA : DHIEMAS A.S.

Innalillahi wainnailahi roojiuun. Telah Berpulang salah satu pencipta lagu Hit Maker di era 90-an pada tgl. 26 July 2020 di Bandung. Tidak b...